Seorang siswa kelas 2 SD bernama Habibi mendapatkan nilai 20
dalam PR Matematika. Dari 10 soal yang diberikan sang guru, hanya 2 jawaban
yang dianggap benar. Sang guru menyalahkan hampir semua jawaban PR anak kelas 2
SD itu, karena konsep atau cara pengerjaannya berbeda dengan cara guru tersebut.
Akhirnya sang kakak dari murid tersebut, Muhammad Erfas Maulana menggugah PR
adiknya ke dunia maya.
![]() |
| PR Matematika Kelas 2 SD Yang Menghebohkan |
Tidak menunggu waktu lama, para pengguna dunia maya pun ramai memperbincangkan masalah ini. Bahkan tidak tanggung-tanggung, portal berita populer seperti Kompas, Detik, Republika, dll memberi liputan khusus untuk masalah ini. Tidak ketinggalan, profesor dari LAPAN dan Guru Besar UNJ juga ikut nimbrung menanggapi kehebohan ini.
![]() |
| PR Matematika Kelas 2 SD Yang Menghebohkan |
Awalnya Erfas diminta adiknya untuk membantu menyelesaikan soal
matematika tersebut. Contohnya soal pertama sebagai berikut :
4+4+4+4+4+4 = ? x ? = ?
Untuk soal di atas, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UNDIP ini
mengajari adiknya dengan jawaban :
4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24.
Ternyata jawaban itu salah! Versi guru yang benar adalah :
4+4+4+4+4+4 = 6 x 4 = 24.
Hasilnya sama namun prosesnya berbeda?
Padahal, meski posisi angka 4 dan 6 dibolak-balik, hasilnya
tetap sama yaitu 24. Hanya dua jawaban yang dinyatakan benar, yaitu 4 x 4 dan 8
x 8, karena angkanya kembar.
Erfan menulis pesan di buku adiknya sebagai berikut :
Bu Guru yang terhormat
Mohon maaf sebelumnya, saya kakak dari Habibi, yang
nengajarinya mengerjakan PR di atas.
Bu, bukankah jawaban dari Habibi benar semua? Apakah
karena hanya letaknya yang terbalik sehingga jawaban Habibi anda salahkan?
Menurut saya, masalah peletakan bukan menjadi masalah Bu,
misal 4 x 6 + 6 x 4. Hasilnya sama-sama 24.
Terima kasih Bu, mohon perhatiannya.
Semoga dapat dijadikan pertimbangan.
Semoga dapat dijadikan pertimbangan.
Beberapa hari setelah membuat kehebohan tersebut, akhirnya
Erfas menghapus postingan dan meminta maaf kepada pengguna dunia maya terutama
kepada guru adiknya.
mohon maaf, saya sudah menghebohkan media sosial beberapa
hari terakhir ini.
baru saja saya mengkonfirmasikan ini kepada guru. saya
juga sudah meminta maaf sebesar-besarnya kepada beliau.
sekali lagi saya mohon, jangan ada yang menyalahkan guru
karena guru sudah mengajarkan sesuai konsep dan buku yang ada. sang guru juga
tidak menyalahkan pendapat saya.
................................
itulah pandangan saya tentang kurikulum 2013, mohon maaf bila ada pihak-pihak yang kurang berkenan.
saya sangat menyesal atas semua yang sudah terjadi, saya
tidak ingin memperpanjang semua ini.
mungkin ini dapat menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan
kita semua
terima kasih.
.jpg)

0 Response to "PR Matematika Kelas 2 SD Yang Menghebohkan"
Post a Comment